PENDAHULUAN
Stroke adalah serangan terhadap otak di mana adanya gangguan aliran darah menuju otak1. Stroke merupakan salah satu kegawatan medis1,2. Stroke dapat menyerang segala usia. Penelitian WHO MONICA menunjukkan bahwa insidensi stroke bervariasi antara 48 sampai 240 per 100000 per tahun pada populasi usia 45 sampai 54 tahun. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan insidensi stroke pada usia dibawah 55 tahun adalah 113,8 per 100000 orang per tahun3.
Stroke iskemik (non hemoragik) adalah stroke yang terjadi akibat aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah3.
Stroke kriptogenik adalah stroke yang tidak diketahui penyenababnya (factor resikonya) setelah dilakukan penelusuran secara luas terhadap penyebab umum seperti masalah jantung dan permasalahan emboli lainnya4.
Dalam kasus ini akan dibahas mengenai kasus stroke iskemik suspect cryptogenic pada pasien ruang neurologi RS Y.
ILUSTRASI KASUS
Seorang pasien laki-laki, umur 52 tahun kiriman RSUD X melalui IGD masuk ke bangsal neuro RS Y pada tanggal 13 April 2010 jam 05.45 dengan :
Keluhan utama :
Anggota gerak kanan lemah dan bicara pelo
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien tiba-tiba jatuh pada tanggal 9 April 2010 dan dibawa ke RSUD X. Anggota gerak kanan lemah, bicara pelo. Mual dan muntah (-). Pasien dirujuk ke RS Y pada tanggal 13 April 2010. Pasien dirawat selama 10 hari, yaitu sampai tanggal 22 April 2010.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat penyakit jantung : tidak ada
Riwayat penyakit hipertensi : tidak ada
Riwayat penyakit Diabetes mellitus : tidak ada
Riwayat penyakit stroke sebelumnya : tidak ada
Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada keluarga yang menderita stroke
Riwayat Kebiasaan :
- Sering mengkonsumsi kopi
- Merokok satu bungkus per hari sejak masih bujangan
- Tidak pernah olah raga
- Sering bekerja sampai malam
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Sedang
Tingkat kesadaran : CM
Tekanan darah : 140/90
Frekuensi pernafasan : 22 X/menit
Frekuensi nadi : 60 X/menit
Suhu tubuh : 36 0 C
Status neurologis : Kesadaran : E4 M6 V5 (CGS = 15)
Sensasi persyarafan : Sensasi raba (+), kaku kuduk (-)
Kekuatan otot : ka. 1111 ki : 5555
Diagnosis kerja
Suspect Stroke iskemik
Penatalaksanaan
- Oksigen 2-4 L/menit
- Asering 16 gtt/menit
- Lancolin 2 x 500 mg IV
- Neurodex tablet 1×1
Pemeriksaan penunjang :
Leukosit : 10.000 (nilai normal : 4.000-10.000 /mm3)
Eritrosit : 5.28 (nilai normal : 3.8-5.8 x 106 /mm3)
Hemoglobin : 12.9 ( nilai normal : 11.0-16.5 L g/dl)
Platelet : 330 (nilai normal : 150-450 x 103 /mm3)
Hematokrit : 39.3 (nilai normal : 35-50 L %)
Kadar gula darah random : 75 (nilai normal <100 mg %)
Ureum : 26 (nilai normal 20-40 mg %)
Kreatinin : 0.8 (nilai normal : 0.6-1.1 mg %)
Rencana pemeriksaan :
Pemeriksaan EKG
Follow up
Hari kedua rawatan (13-04-2010)
S : Lemah anggota gerak kanan sejak + 4 hari yang lalu, bicara (-).
O: KU: sedang, kesadaran : CM, TD : 140/90, CGS : 15, afaksia.
A: suspect CVD. stroke iskemik onset 4 hari
P : brainact 500 mg injeksi 2X1
Simvastatin 10 mg tablet 1X1
Soholin 1 X 1 tab
Ranitidine 50mh/2 ml injeksi 2X1
Infuse NaCl 0.9 % 12 jam/kolf
Anjuran: CT Scan kepala, EKG/hari, konsul ke bagian jantung
Hari ketiga rawatan (14-04-2010)
O: TD : 140/90, CGS : 15, hasil CT-Scan Kepala
A: suspect CVD. Infark serebri
DD/ SOL intrakranial
P : Clopidogrel tablet 75 mg 1×1
Trombo aspilets tablet 80 mg 1×1
Terapi brainact, ranitidine, benocetam, sohobion dan simvastatin dilanjutkan
Anjuran: CT Scan kepala+kontras
Hari keempat rawatan (15-04-2010)
O : TD : 110/70, CGS : 15
P :
Kalmethason injeksi 4×1 ampul
Terapi dilanjutkan
Pemeriksaan EKG distop
Hari kelima rawatan (16-04-2010)
O : TD : 130/80, CGS : 15
P : terapi dilanjutkan
Fisioterapi
Hari keenam rawatan (17-04-2010)
S : pasien masih lemah sebelah kiri, bicara pelo, makan (+)
O: TD : 110/70, CGS : 15, hasil CT-Scan Kepala + kontras
A: Diagnosa dai hasil CT-Scan+ kontras : multiple infark intrakranial
P : kalmethason injeksi distop
Brainact injeksi diganti dengan zeufor tablet 500 mg 2X1
Ranitidine injeksi diganti dengan ranitidine tablet 150 mg 2X1
Infus aff
Fisioterapi motoris dan speech dilanjutkan
Hari ketujuh rawatan (18-04-2010)
O : TD : 100/70, CGS : 15
P : terapi dilanjutkan
Fisioterapi
Hari kesdelapan rawatan (19-04-2010)
O : TD : 100/70, CGS : 15
P : terapi dilanjutkan
Fisioterapi
Hari kesembilan rawatan (20-04-2010)
O : TD : 120/80, CGS : 15 kes : Cm, respon (+), motorik
| 2222 | 5555 |
| 2222 | 5555 |
A : hemiparesis dextra + afasia ec infark serebri
P : terapi dilanjutkan
Speech terapi
Hari kesepuluh rawatan (21-04-2010)
O : TD : 100/70, CGS : 15
P : terapi dilanjutkan
Hari kesepuluh rawatan (22-04-2010)
O : TD : 100/70, CGS : 15
A : diagnose : CVD Stroke Iskemik + Afasia ec Suspect. Cryptogenic
P : pasien Acc pulang
Pada tanggal 22 April 2010 pasien sudah boleh pulang, tapi karena pasien berasal dari Luar Profinsi maka pasien menunda pulang sampai ada pihak keluarga yang menjemput. Obat yang di bawa pulang adalah: Copidrel tablet 75 mg, Thrombo Aspilets tablet 80 mg, Benocetam tablet 1200 mg dan Zeufor tablet 500 mg.
DISKUSI
Dilaporkan pasien laki-laki berumur 52 tahun jam 05.45 di IGD RS Y pada tanggal 13 April 2010 dengan keluhan pasien tiba-tiba jatuh dan anggota gerak kanan lemah sejak tanggal 9 April 2010, bicara pelo, tanpa disertai mual dan muntah. Pasien sebelumnya dirawat di RSUD X pada tanggal 9 April 2010 lalu dirujuk ke RS Y.
Di IGD, pasien diberikan terapi : Oksigen 2-4 L/menit, Asering 16 gtt/menit, Lancolin 2 x 500 mg IV, Neurodex tablet 1×1. Terapi asering bertujuan untuk untuk menjaga keseimbangan homeostatis pada pasien. Lancolin® (citicolin) sebagai neuroprotektor bertujuan untuk meningkatkan aliran darah dan konsumsi oksigen di otak pada gangguan serebrovaskular. Neurodex bertujuan sebagai vitamin sebagai suplemen vitamin. Juga dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium dengan hasil : Kadar gula darah random : 75 (nilai normal <100 mg %), Ureum : 26 (nilai normal 20-40 mg %), Kreatinin : 0.8 (nilai normal : 0.6-1.1 mg %). Rencana pemeriksaan adalah pemeriksaan EKG.
Pada tanggal 14 Maret 2010, terapi neurodex dihentikan dan diganti dengan soholin yang bertujuan sebagai vitamin untuk neurologik. Injeksi lancolin dihentikan dan digantikan dengan injeksi brain act 2×1 sebagai neuroprotektor. Pasien juga diberikan simvastatin sebagai anti-LDL kolesterol. LDL kolesterol merupakan lemak “jahat” yang dibawa bersama aliran darah yang memungkinkan terjadinya plak-plak dan pembekuan di dinding pembuluh darah. Adanya emboli akibat plak yang disebabkan oleh kolesterol memungkinkan terjadinya stroke berulang. Jadi, simvastatin bertujuan untuk mencegah terjadinya stroke berulang. Benocetam® (piracetam) diberikan untuk mengobati gangguan serebrovaskular dan insufisiensi sirkulasi serebral. Pada kasus pasien dengan afasia, maka diberikan terapi ini untuk melancarkan aliran darah menuju bagian yang mengalami gangguan serebrovaskular. Pasien juga diberikan terapi ranitidin injeksi untuk mencegah terjadinya stress ulcer. Stress ulcer ini disebabkan adanya peningkatan metabolisme dan pada penurunan nafsu makan.
Diagnosa kerja pada hari kedua rawatan ini adalah stroke iskemik. Pasien disarankan untuk melakukan CT-Scan kepala, konsul ke bagian jantung, dan melakukan periksa EKG setiap hari. Pada kausu ini, pasien tidak memiliki riwayat penyakit yang menjadi faktor risiko terjadinya stroke, baik itu riwayat hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, maupun penyakit stroke sebelumnya. Pasien juga tidak memiliki keluarga dengan riwayat stroke. Pada saat ini, ada berbagai dugaan diantaranya penyakit cardiovaskular. Maka, dilakukan periksa EKG setiap hari dan konsul ke bagian jantung. Riwayat kebiasaan pasien adalah mengkonsumsi kopi, merokok 1 bungkus/hari, tidak pernah olah raga dan sering kerja sampai malam.
Pada hari ketiga rawatan, tanggal 14 April 2010, diperoleh hasil CT-Scan kepala pasien. Diagnosa untuk penyakit pasien adalah suspect CVD Infark cerebri dan SOL intrakranial, yaitu ada kemungkinan tumor pada intrakranial. Pasien disarankan untuk melakukan CT-Scan dan kontras. Pasien diberikan terapi kombinasi antara Clopidogrel 75 mg 1×1 dan tromboaspilets 8 mg 1×1 untuk mengatasi infark cerebri dan mencegah terjadinya aterotrombotik yang dapat menyebabkan stroke berulang.
Pada hari keempat rawatan pasein diberikan injeksi kalmethason (dexamethason). Dari hasil CT-scan kepala, dokter menduga adanya massa pada bagian intrakranial. Untuk mencegah adanya pendesakkan oleh massa tersebut, pasien diberikan terapi secara vasogenik, yaitu untuk menurunkan tekanan cairan intrakranial dengan terapi kalmethason injeksi.
Pada hari kelima rawatan, terapi dilanjutkan dan pemeriksaan EKG perhari dihentikan. Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk melakukan fisioterapi.
Pada hari keenam rawatan, hasil CT-Scan dan kontras diperoleh dan dugaan adanya tumor pada bagian intrakranial tidak terbukti sehingga injeksi kalmethason dihentikan. Hsail diagnosa dari CT Scan dan kontras adalah multiple Infark intracranial. Terapi dilanjutkan. Pasien juga dianjurkan untuk melakukan fisioterapi lanjutan. Karena kondisi pasien sudah agak membaik dan nafsu makan sudah meningkat maka infus dihentikan. Selain itu, juga dilakukan penggantian injeksi brainact dengan Zaufor 500 2X1. Ranitidin injeksi diganti dengan ranitidine tablet 150 mg 2×1 hari. Fisioterapi tetap dilanjutkan. Terapi dilanjutkan hingga hari terakhir rawatan.
Diagnosa yang ditegakkan untuk pasien ini adalah : Stroke Iskemik + Afasia ec Suspect Cryptogenic. Pasien digolongkan kepada stroke cryptogenik karena tidak ada faktor risiko pada pasien ini. Baik itu faktor risiko penyakit, berupa hipertensi, dibetes mellitus, penyakit jantung, hiperlipidemia maupun stroke sebelumnya. Pasien juga tidak meiliki riwayat keluarga yang menderita stroke. Selain itu, jika ditinjau dari faktor umur, pasien masih tergolong umur yang belum berisiko terkena stroke. Diduga ini berkaitan dengan riwayat kebiasaan ataupun reaksi autoimun ACA (anti cardiolipin antibody). Perlu ada pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah penyebabnya adalah reaksi autoimun (ACA) ataupun tidak. Namun, test ini tidak dilakukan pada pasien. Hal ini disebabkan pengobatan autoimun ACA tidak akan memberikan makna secara klinis. Pengobatan lebih difokuskan kepada stroke dan pencegahan stroke berulang. Selain itu, reagen untuk melakukan ACA-test ini tidak tersedia di laboratorium RS Y.
TINJAUAN OBAT YANG DIGUNAKAN
- Asering
Komposisi : Per L Na 130 mEq, K 4 mEq, Cl 109 mEq, Ca 3 mEq, Asetat 28 mEq
Indikasi : terapi cairan pengganti untuk kehilangan cairan secara akut
Dosis : individual
KI : penderita gagal jantung kongestif, kerusakan ginjal, edema paru yang
disebabkan oleh Na dan hiperproteinemia
ESO : demam, infeksi pada tempat injeksi, thrombosis pada vena atau
flebitis pada tempat injeksi, hipervolemia.
- Neurodex
Komposisi : Vit B1 100 mg, vit B6 200 mg, vit B12 250 mcg.
Indikasi : gejala neurotropik karena defisiensi vitamin, gangguan neurologic.
Dosis : 1 drag 2-3 x/hari
Pemberian : dapat diberikan bersama makanan untuk menghilangkan rasa tidak
nyaman pada GI
- Lancolin
Komposisi : citicolin Na
Indikasi : membantu menangani penurunan kemampuan kognitif pada usia
Lanjut
Dosis : 1 tablet 2 x/hari
Pemberian : berikan pada saat makan atau diantara waktu makan
ESO : nyeri epigastrum, mual, kemerahan pada kulit, sakit kepala, pusing.
- Brainact injeksi
Komposisi : citicolin
Indikasi : gangguan kesadaran yang menyertai kerusakan/ cedera serebral.
Dosis : 100-500 mg 1-2 x/hari secara IV drip atau injeksi
Pemberian : berikan pada saat makan atau diantara waktu makan
ESO : hipotensi, ruam, insomnia, sakit kepala
- Kalmetason injeksi
Komposisi : dexamethasone
Indikasi : inflamasi, alergi & penyakit yang responsive terhadap glukokortikoid
Dosis : 4-20 mg IM atau IV
Pemberian : bersama makanan
KI : herpes simplex ocular, infeksi jamur atau pyogenik.
ESO : lemah otot, osteoporosis, tukak peptic, gangguan penyembuhan luka
- Ranitidin injeksi
Indikasi : Tukak lambung dan usus 12 jari , Hipersekresi patologik sehubungan
dengan sindrom Zollinger-Ellison”
KI : Penderita gangguan fungsi ginjal, Wanita hamil dan menyusui
Dosis : Dosis yang biasa digunakan adalah 150mg, 2 kali sehari
Dosis penunjang dapat diberikan 150mg pada malam hari
Untuk sindrom Zollinger-Ellison: 150mg, 3 kali sehari, dosis dapat bertambah menjadi 900mg.
Dosis pada gangguan fungsi ginjal:
Bila bersihan kreatinin (50ml/menit): 150mg tiap 24 jam, bila perlu tiap 12 jam. Karena Ranitidine ikut terdialisis, maka waktu pemberian harus disesuaikan sehingga bertepatan dengan akhir hemodialisis.
ESO : diare, nyeri otot, pusing, dan timbul ruam kulit, malaise,nausea,
Konstipasi
Interaksi Obat :
Hasil penelitian terhadap 8 penderita yang diberikan ranitidin menunjukkan perbedaan dengan simetidine, ranitidine tidak menghambat fungsi oksidasi obat pada mikrosom hepar.terhadap 5 penderita normal yang diberikan dosis warfarin harian secara subterapeutik, dengan penambahan dosis ranitidine menjadi 200mg, 2 kali sehari selama 14 hari tidak menunjukkan adanya perubahan pada waktu protrombin atau pada konsentrasi warfarin plasma.
- Sohobion 5000
Komposisi : Vit B1 100 mg, vit B6 200 mg, vit B12 5000 mcg
Indikasi : terapi defisiensi vit B
Dosis : 1 tablet/hari
Pemberian : dapat diberikan bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak
nyaman pada GI
ESO : sindroma neuropati (penggunaan dosis besar, jangka panjang)
- Simvastatin
Indikasi : menurunkan jumlah kolesterol total & LDL pada hiperkolesterolemia
primer dan sekunder, meningkatkan HDL
Dosis : awal 10 mg/hari dosis tunggal pada malam hari. Maksimal 40
mg/hari dosis tunggal (malam hari)
Pemberian : setelah makan
KI : penyakit hati aktif atau peningkatan persisten serum transaminase
idiopatik
ESO : nyeri abdomen, konstipasi, kembung
Interaksi : meningkatkan efekantikoagulan dari kumarin.
- Copidrel
Kompisisi : clopidogrel
Indikasi : penurunan kejadian aterotrombotik pada stroke iskemik
Dosis : 75 mg 1x/ hari
Pemberian : sebelum atau setelah makan
KI : gangguan hati berat. Tukak peptic atau perdarahan intracranial.
ESO : purpura, memar, hematoma, epistaksis, hematuria, perdarahan ocular
Interaksi : warfarin, penghambat glikoprotein IIb/ IIIa, asam asetilsalisilat,
heparin, trombolitik, AINS
10. Thrombo aspilets
Komposisi : asam asetilsalisilat
Indikasi : terapi & pencegahan thrombosis pada infark miokard akut atau pasca
stroke.
Dosis : 1-2 tablet 1 x/hari
Pemberian : sesudah makan, telan utuh. Jangan dikunyah/dihancurkan
KI : sensitive terhadap aspirin. Asma, ulkus peptikum, perdarahan
subkutan, hemophilia, trombositopenia. Terapi antikoagulan
ESO : iritasi Gi, mual, muntah
11. Benocetam
Komposisi : piracetam 1200 mg
Indikasi : pengobatan infark serebral
Dosis : awal 2,4 g/hari dibagi dalam 3 dosis selama 6 minggu. Dosis
pemeliharaan 1,2 g/hari dibagi dalam 3 dosis.
Pemberian : sebelum makan
KI : insufisiensi ginjal berat
ESO : gelisah, insomnia, ansietas, tremor, agitasi, somnolen.
Interaksi : jangan diberikan bersama dengan ekstrak tiroid.
12. Zeufor
Komposisi : citicolin
Indikasi : penurunan kesadaran akibat cedera kepala atau bedah otak
Dosis : 1000 mg 1x/hari secara oral
Pemberian : berikan bersama makanan atau diantara waktu makan
ESO : hipotensi, ruam kulit, insomnia, mengantuk

kasus di RS mana nih kak???
soalnya sama ma yg pak sur kasih sekarang,,
hihi..
bisakah saya mendapatkan obat ini secara langsung diapotek? apa harus dengan resep dokter? terima kasih
@oce : d RS X (hee, berarti udah bisa langung bahas yak? smoga bermanfaat yah Oce)
@Obat herbal stroke :
harus dengan resep dokter dulu sebab harus ada diagnosis yang tepat sebelum pemberian obat stroke ini, terkait etiologinya…
xt rofl ltfiles.info/users/d.php?user080-id4dd-Photo68.JPG
Assalamu’alaykum wr.wb
Kebetulan sedang di bangsal HCU nich RSCM, searching ttg CVD, itu singkatan dr apa ya fathel?
Truz sekedar nambahin info, penggunaan ranitidin pd pasien dgn kondisi ACS (acute confusion state) sebaiknya dihindari karena akan memperparah stress ulcernya,.
Assalamu’alaykum wr.wb
Kebetulan lg searching ttg CVD di HCU RSCM, ketemu mbak fathel,.
CVD (cerebro vascular disease), tdnya bingung dgn (collagen vascular disease),.
Truz penggunaan Ranitidin sebaiknya diperhatikan kondisi ACS, pd geriatri biasanya dlm keadaan ACS (acute confusion state), jika ada penggunaan ranitidin dikhawatirkan meningkatkan potensi ACS-nya,..jd tambah “linglung” pasiennya,.
-CMIIW-
wah, ini Ade yah? beneerrr kaaann??
lagi di HCU yah De?
selamat berjuang…
ohh, iyaaa….
trima kasih infonya yah De…
iya, itu kasus ketika masih apoteker dulunya, ilmunya masih belom ada…hihi…
trima kasih pencerahannya yah De…
sayang sekalii, setiap diskusi, pasti deh dijelasin kalo ranitidin injeksi itu utk mengatasi stress ulcer…ternyata malah memperparah yah?
masya Allah….ckckck….
okeh deh Ade,,,
trima kasih yah, sekali lagi…
smoga PKL nya sukses…
NB : lha, ko pake Mbak gituhhh sihhh?? kedengeran asing… hehehe….
Ooo maaf penambahan kata “mbak”, udah biasa manggil temen2 cewek pake title “mbak”,..
Karena keliatannya kita “boros muka” dibandingkan umurnya,..kelamaan dikampus sich,.. @_@,.hehee,.
Ooo iya sedikit nasehat,..perkuat bagian interpretasi data kliniknya ya fathel (AGD, DPL, dll,.), di RSCM kita banyak berkutat dengan hal tsb,..belajar membaca status medik pasien,..mengkajinya,..hingga menganalisanya,. kasusnya,..harapannya nanti kalian lebih siap disana,..
hehe, iyaaa…tetaaapp sahaja aneehh…
makasiiih yah Dee…
Siiippp, jadi deg-deg an niih ngadepin PKL…
mudah2an bisa siap untuk berhadapan dengan pasien dan paramedis lainnya…hehe….
sekali lagi, makasih yaahh…
Makasih infonya,sy termasuk penderita Infark Cerebry dan dengan Info yg update ini saya merasa terbantu.
Mohon Lebih Banyak lagi ya Infonya karena Bertahannya Tubuh Saya Dari Sakit ini Karena Saya Sering Buka-buka Situs Kedokteran dan Farmasi dan Saya Sedikitnya Tahu tentang Farmasi Namun Masih Sangat Banyak Kekurangannya Dalam Pengetahuan Farmakologinya,Sekali Lagi Kalau Bisa Saya Mohon Bantuannya Akan Info Sakit Saya ini tentang Infark Cerebry Dan Lessi Hipodens yg saya derita ini.
oh boleh Pak. Insya Allah saya bersedia berbagi informasi dari segi farmasi klinis kepada bapak. Via email atau telepon kah? Kalo iya, silakan hubungi saya 08566756732
Trims
Apa jika mengalami stroke iskemik menyebabkan hilang nafsu makan?
Mohon bantuan, kira2 makanan apa yg cocok buat penderita stroke iskemik, terimakasih
tergantung di bagian mana yang kena. Jika yang kena di bagian saraf menelan, maka pasti tak bisa makan.
makanan apa saja boleh, asalkan jangan yang kolesterol tinggi dan hindari juga makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah jika ybs juga mengalami hipertensi.
asslamu alaikum wr. wb. maf aq punya keluhan 2 hari ini, aq seperti merasa kesetrum2 kecil pd kaki n itu terasa ktk mau tdur n sementara dkamar wc lg jongkok, klu sementara lg jalan emang g terasa atw mungkin krn ada aktifitas sehingga g terasa, 2 minggu yg lalu aq skit gusi bengkak bernanah kemudian dokter memberikan aq obt amoksi, asam apenamat n deksametason n semua kokonsumsi, stlah 2 hari yg lalu aq sdh mrasakn keluhan ini, pertanyaanx apakah ini efek samping? klu bukan berarti penyakit syaraf n apa yg mesti aq lakukan ? mohon penjelasanx.
wa’alaykumussalaam wr wb…
,
Sebelumnya sy do’akan utk kamu, syafakallaah yaa…
sebelum menjawabnya, sy ingin bertanya terlebih dahulu karena informasi ini menurut sy belum terlalu lengkap, hehehe
apakah gusi bengkak tersebut menimbulkan demam?
kemudian, apakah pernah mendapatkan sketiga obat di atas sebelumnya? dan pernahkah merasakan gejala yang sama?
jika pernah, maka bisa jadi itu adalah ADR (adverse drug reaction) atau efek samping obat yang tak diinginkan, mengingat golongan antibiotika amoxicillin dan sebagian NSAID (asam mefenamat) itu rentan menimbulkan alergi. Sensitivitas alergi setiap orang berbeda-beda. Bisa jadi orang lain merasakan suatu ADR (efek tak diinginkan dr obat) tapi sebagian besar tidak. Ini pendekatannya lebih individualis. apakah kamu alergi terhadap makanan tertentu (jika memang belum pernah mendapatkan obat tersebut di atas? karena jika sudah alergi banyak makanan/zat-zat tertentu, tanaman tertentu, besar kemungkinan juga ada alergi obat)
jika tidak, maka dan gejala dirasakan persistent (menetap selama 2 minggu atau lebih), sebaiknya segera periksakan diri ke dokter syaraf. tapi jika hanya 3 hari saja kemudian menghilang dan tidak timbul lagi, mungkin itu kejadian akibat hal-hal tertentu…
oh iya, sy kan tidak selalu OL. Sila SMS me in 08566756732 untuk informasi obat. Jika tidak sdg sibuk insya Allah lgsg sy bls
untuk pemberian clopidrogel berapa lama harus diberikan?saya sudah 3 tahun diberikan apakah masih rasional, karena ada yg bilang cukup setahun saja. terima kasih sebelumnya
tetap rasional mba, krna obat ini diberikan sebagai antiplatelet (anti pembekuan darah) yg memang harus dikonsumsi terus menerus untuk mencegah serangan ulang stroke
mba saya mau tanya, apa beda fungsinya clopidogrel dengan aspilet ya? kalau sama2 untuk mencegah pembekuan darah, knp tdk aspilet saja? mengingat harga per butirnya sangat jauh (aspilet Rp700, clopidogrel Rp12.500)
makasi ya mba,,terima kasih
Bedanya dari segi mekanisme kerjanya Mba. umpamanya mba mau ke jakarta dari bogor. yang satu naik KRL yg satu naik bus. sama2 tujuan akhirnya jakarta tapi caranya beda. begitu pula dengan clopidogrel dan aspilet.