Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2010

Hiperlipidemia

Terjadinya peningkatan salah satu komponen lemak (LDL, trigliserida etc)
Sebab : pola makan, dan makanan yang banyak mengandung lemak
Jadiii, dnegan adanya hiperlipidemia menyebabkan tingginya potensi CHD (coronary heart deases)
Manifestasi klinik :
– Hiperkolesterol –> karena peninbgkatan LDL plasma
– Penurunan lipprotein lipase
– Kelainan pd pancreas –> nyeri abdomen
Diagnose :
– kadarnya
– Dm –> meninkat pembekuan darah
– Peningkatan total kolesterol –> HDL jd parameter
– Aktivitas enzim –> pengukuran kadar lipoprotein lipase
Factor risiko mayor penyebab hiperlipidemia :
– Umur (laki2 45, perempuan 55)
– Perokok
– Perempuan monopouse
– HDL rendah
– Hipertensi (> 140/90)
– Sejarah keluarga pasien CHD
Parameter kadar lipid :
– Kolesterol total –> > 40
– Trigliserida  gampang kena osteoposis
Karena –> ca itu diserap bersama dengan estrogen.
Aplikasi terapi obat dengan pemeriksaan lab :
1. Kolestamin –> kolesterol tinggi, LDL tinggi, HDL normal
2. Kolestipol –> kolesterol tinggi, LDL tinggi, HDL normal
3. Niasin –> trigilesrida tinggi, kolesterol tinggi, LDL tinggi, HDL rendah (karena niasin itu mneingkatkan HDL)
4. Golongan fibrat (simfibrat, bezofibrat, fenofibrat, gemfibrosil) –> trigilserida tinggi, kolesterol tinggi, VLDL tinggi, HDL rendah
5. Golongan statin (simvasattin, lovastatn, purasattin) –> kolesterol tinggi, LDL tinggi, HDL normal
Jadiii, sebelum dilakukan pengobatan harus diketahui dahulu data klinis pasien, baruuu deh nantinya dikais obat! –> gak bileh semabrangan ajah!

Read Full Post »

Keseimbangan cairan tubuh itu sangaat penting. Jika cairan tubuh tak seimbang akan terjadi gangguan fungsi!
Cairan tubuh ntu –> ektra seluler 40 % danintraseluler 60 % ( intestinal–>15 %, plasma –> 5 %)

Jenis-jenis terapi cairan di rumah sakit :
1. Resusitasi –> untuk mengganti cairan tubuh yang hilang yang diakibatkan kehilangan cairan tubuh (RL, RA, Kcl 0.9 %)
20 ml/bb –> pada 30-60 jam pertama
a. Kristaloid (RL, RA, etc)
b. Koloid (dextran)
Resusitasi pada pasien shock :
– 2-3 L dalam 10 mwnit pertama
– Tambah O2 juga gak papa
Resusitasi pada luka bakar :
– 24jam pertama 2-4 ml/kg BB selama 24 jam pertama setiap persentase luka bakar
– ½ dosis lagi pada 8 jam slenjutnya
– ½ dosis lagi pd 16 jam selanjutnya
– Sesuaikan dosis untuk menjaga urine 30-50ml/jam ditampung pd dewasa ditampung dlm urine bag
– Dosis diturunkan perlahan
2. Cairan rumatan  untuk menjaga keseimabangan cairan tubuh (Kaen A/KaEn B)
Dosis 80 ml/jam
Relaksasi membrane sel, untuk mempernaiki ph Intrasel, metablisme protein
Tujuan resusitasi utk terapi hipokalemia pada pasein :
-pasien diare
-Pasien yang mengalami gangguan kardiovaskular kabita diuretic tidak hemat kalium
-pasien untuk intoksisitas digitalis
3. Nutrisi yaitu : aminovel, aminofusi, amiparen

Ringer laktat –> laktat sering dimetaboisme di hati dalam bentuk bikarbonat shg menyebabkan asidosis, tapiii, ringer asetat gak
Glucose 5 % –> untk suplay energy, untuk hipernatremia dan hiperkalemia…
Nutrisi parentral :
–> Nutrisi yang sangsung diberikan melalui pena periver sentral
Osmolaritas cairan plasma 350 mili osmol
–> nutrisi makanan melalui vena perifer itu gak boleh lebih dari 900 miliosmol (jika lebih terjadi pembengkakan / trombopleotis

Jenis nutrisi parentral :
– Protein
– KH
– Vitamin
– Lipid
– Transelemen product

Read Full Post »

Dasar onkolog :
–> Untuk memplajari patofisilogi, penyebab, mendiskusian, dan memberikan guidelines, pencegahan, pengobatan
Goal –> untuk menentukan sejauh mana kangker itu dapat disembuhkan

Treatment dengan jalan :
– Chemoterapy
– Pembedahan/sugery
– Radiasi
– Biologic respone modifier

Penggolongan obat sitostatika :
– Alkylating agent :
—– cisplatin
—– sikofosfamid
– Anti metabolites
—- cystosine
—- florouracil
– Antibiotika
—- bleomycin
—-daunomiycine
– Mitotik inhibitors
—-vinkristine
—-vinblastine

Prinsip kombinasi pengobatan sitostatika :
– Menghindari terjadinya resistensi
– Menghindari percepatan remisi
– Untuk memberikan efek sinergis
– Mengindari ES yang overlap

Dasar pemberian obat sitostatika:
– Standar Hb  gak boleh Hb < 10
– Penyesuaian dosis  klirens kreatini..

Read Full Post »

Pekerjaan kefarmasian menurut UU no 23 tahun 1992
Yaitu kegiatan membuat termasuk pengendalian sediaan farmasi, pengamanan dan pengadaan, pendistribusian dan pengelolaan, pelayanan resep dari dokter, PIO, pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional

Apotek : menurut UU no 41 tahun 90 pasal 1 ayat 2
 Adalah tempat dilakukannya pembuatan, pengolahan, peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran, penyimpanan dan penyerahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya

Pengelolaan apotek :
– Pembuatan, peracikan, pencampuran, pengubahan bentuk sediaan farmasi
– Penyimpanan, pendistribusian, penyerahan
– Pemberian informasi obat

Jenis2 apotek :
– Apotek costumers  melayani masyarakat umum
– Apotek badan  melayani badan2 tertentu
– Apotek rujukan  melayani rujukan2/perpanjangan tangan utk melayani masyarakat

Yang harus dimiliki oleh apotek :
1. Ruang tunggu yang nyaman
2. Ruang racikan
3. Ruang konseling yang tertutup
4. Tempat sampah
5. Tenpat mendisplai obat2
6. Ruangan harus tertata rapi, lengkap dnegan perabot2nya…

Apotek :
Adalah suatu tempat di mana dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran obat kepada masyarakat
(PP 25 tahun 1980)

Apotek rakyat adalah :
Tempat dilaksanakannya kegiatan kefarmasian di mana dilakukan penyerahan obat tetapi tidak dilakukan peracikan

Bagian2 resep :
1. Tanggal
2. Nama dan alamat pasien
3. Superscription (R/)
4. Inscription  nama obat dan dosisnya
5. Subsciprtio  perintah khusus kepada apoteker contoh m.f
6. Signature  aturan pakai
7. Pengulangan  boleh atau tidak di ulang

Perbedaan professional education dengan training vacation
Training vacation  bertujuan untuk mengembangkan kecakapan yang biasa/pengembangan apa yang sudah biasa
professional education  lebih dititikberatkan kepada kesangupan untuk memcahkan situasi dan persoalan2 yang baru/ pemecahan2 masalah dan pemngambilan2 keputusan

metode penetapan harga jual apotek:
HJA = A+B+C
HJA = harga jual apotek
A = harga netto barang + PPN 10 %
B = keuntungan (x % X A)
C = tuslag

Cara lain :
Summation/penjumlahan
Dispensing price : all cost + profit
Mark up
Dp = ingredients cost +% mark up
Mark up + Minimum fee
DP =ingredients cost+ % mark up + minimum fee
Professional fee
DP=ingredients cost + professional fee

FARMASI KOMUNITAS
1. Independent pharmacy community :
General pharmacy  apotek umum
Retail pharmacy  apotek eceran terdiri dari beberapa unit apotek
Independent pharmacy Traditional pharmacy  apotek tradisional
(satu unit saja, pembiayaan pribadi)
2. The Retail Complex community farmasi
 Komunity yang sudah kompleks, Sudah terdiri dari beberapa unit tapi masih bersifat eceran
3. The Exlusive service community pharmacy
Yaitu pelayanan kefarmasian yang lebih bersifat Professional (yaitu semua kegiatan kefarmasian, pelayanan resep, compounding, dispensing, pio, distribusi alkes semuanya tanggungjawab farmasis)
Ciri2nya :
– Tidak mementingkan kuntungan
– Tidak mementingkan persiangan
– Karyawan/ orang yang bertugas umumnya memiliki latar belakang pendidikan farmasi
– Tidak mementingkan promo
– Lebih kepada pelayanan kefarmasian yang professional

Read Full Post »

Manajemen sebagai suatu proses merupakan manajemen yang yang sistematis yaitu perencanaan, pegorganisasian, penetapan sumber saya manusia dan pengarahan serta pengawasan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Meliputi 5 hal :
1. Planning
2. Organizing
3. Staffing
4. Directing/Leading
5. Controlling

Planning ini merupakan hal yang sangat penting dari sebuah manajemen, meliputi : perumusan strategis dan penerapan strategis
Langkah2 perencanaan :
1. Analisis situasi
2. Identifikasi masalah
3. Penetapan tujuan
4. Mengkaji hambatan dan kelemahan
5. Membuat rencana kerja (RKO)

Organizing :
Merupakan manajemen untuk mennghimpun SDM dalam rangka pencapaian tujuan :
Meliputi :
– Penetapan SDM dan kegiatan untuk mencapai tujuan
– Pembentukkan kelompok kerja dalam rangka pencapaian tujuan
– Pemberian tanggungjawab
– Pendelegasian wewenang
6 langkah penting dalam pengorganisasian :
Tujuan harus diphami oleh smeua staff
1. membagi habis pekerjaan dalam bentuk kegiatan2 pokok untuk mencapai tujuan
2. menggolongkan kegiatan2 pokok ke dalam bentuk kegiatan2 praktis
3. menetapkan berbagai kewajiban yang mesti dilaksanakan oleh staf dan fasilitas apa yang dibutuhkan
4. menugaskan staf yang cakap
5. pendelegasian wewenang

Staffing ;
Merupakan cara untuk membeikan bimbingan kepada staf agar melaksanakan tugas secara optimal dan sesuai dengan kemampuan masing2, dan mempertahankan personal tertentu pada posisi tertentu

Intinya : perekrutanpelatihan penempatan staff pada posisi tertentu
Pelatihannya : Mental, fisik, emosi, keahlian

Directing
Merupakan fungsi untuk membuat pengarahan tentang apa yang diinginkan dan apa yang harus mereka lalukan
Seorang leader mestilah :
Meyakinkan bahwa ia memunyai tekad untuk mencapai tujuan, ia mampu bekerja sama secara harmonis, ia memandang dnegan objektif setiap karyawan, ia memahami hubungan antara perilaku personil dan hubungannya dengan tingkat kebutuhan
(menurut maslow : dasar, security, social, self esteem dan actualization)
Fungsi dari directing adalah :
– menciptakan kerja sama yang baik
– mengembangkan potensi staf
– menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan
– membuat organisasi lebih dinamis
– mengusahakan lingkungan kerja yang menumbuhkan motivasi dan prestasi kerja staf

Controlling :
Fungsi pengwasan  mengamati segala pelaksanaan rencana kerja dan mengkoreksi jika terjadi kesalahan

Perbedaaan pemimpin dan bukan pemimpin :
pemimpin Bukan pemimpin
Member semangat kpd pengikutnya Memaksa pengikutnya
Menunjukkan ke pada pengikut bagaimana cara melakukan pekerjaan Memberikan kekuatan dengan ancaman dan paksaan
Bertanggung jawab Lepas tanggung jawab
Kegagalan diperbaiki bersama Menalahkan orang lain atas kegagalan
Menyelesaikan pekerjaan dengan mengembangkan pengikut Menyelesaikan pekerjaan dengan mengorbankan pengikut
Diagram 2 dimensi
2 5

4

1 3
Tipe pemimpin :

1. Pembelot (deserter)
2. Meiisonary  orientasi pd penganjur
3. Autocrate  orentasi pada produk
4. Comparise  selalu menjaga keseimbangan
5. Executife  berorenitasi pada laba dan produk

Keterampilan seorang manager :
1. Konseptual skill
 Manejer haruslah memiliki kemampuan untuk mengintergrasikan seluruuuuh aspek yang berkaitan dnegan organisasi baik itu kepentingan maupun kegiatan
2. Humans skills
 Memiliki kemampuan untuk memahami kerja sama dnegan manusia dan memotivasi orang lain
3. Administrative skills
 Memiliki kemampuan untuk merencanakan, mengorganisasi, menyusun/aktualisasi, mengawasi
4. Technical skills
 memiliki keterampilan pengetahuan mengenai alat2, metoda yang digunakan dalam suatu organisasi

Diagram ishikawa=fishbone diagram
 Merupakan suatu diagram yang menggambarkan pendekatan analisis yang lebih rinci menganai penyebab suatu masalah , kesenjangan dan ketidaksesuaian yang ada

Total quality management
 Merupakan upaya peningkatan performa secara terus menerus pada setiap level operasi dengan memanfaatkan segala SDM dan modal yang tersedia
Tujuannya adalah : memperbaiki produk atau jasa itu bagi keberlangsunganperusahaan tersebut

Peran manejer dalam organisasi :
Producing —Achiever  seorang manejer haruslah mampu memperoleh capaian2 (makanya, yang dia tahu bukan hal2 yang teknis saja, tapi juga bagaimana mampu bekerja sama)
Implementing—administrator  seorang manejer mampu mengkoordinasi stafnya, mampu membuat jadwal, mampu mendisiplinkan dan juga berdedikasi
Inovative  seorang manejer haruslah mampu membuat inovasi dan mengatisipasi segala perubahan yang terjadi
Integrity  manejer menjadi pemersatu yang akan mengintergrasikan segala potensi yang ada pada stafnya
PROFESI APOTEKER
Seorang professional yang menempuh pendidikan profesi hendaklah : memiliki karakteristik tertentu :
Karakteristik profesi :
1. Memiliki teknik dan pengetahuan yang khusus
2. Memiliki altruism  tidak mementingkan diri sendiri
3. Berwibawa dan jujur, bermartabat
4. Memiliki ikatan profesi
5. Memiliki hubungan khusus dengan klien
6. Memiliki kesamaan anggota
7. Memiliki sifat kecendikiawanan
8. Merupakaan pekerjaan akhir
9. Mempunyai fungsi yang potensial di sisi social
10. Bersifat praktis
11. Bersifat otonom

Read Full Post »