Feeds:
Posts
Comments

Archive for July 17th, 2010

Hiperlipidemia

Terjadinya peningkatan salah satu komponen lemak (LDL, trigliserida etc)
Sebab : pola makan, dan makanan yang banyak mengandung lemak
Jadiii, dnegan adanya hiperlipidemia menyebabkan tingginya potensi CHD (coronary heart deases)
Manifestasi klinik :
– Hiperkolesterol –> karena peninbgkatan LDL plasma
– Penurunan lipprotein lipase
– Kelainan pd pancreas –> nyeri abdomen
Diagnose :
– kadarnya
– Dm –> meninkat pembekuan darah
– Peningkatan total kolesterol –> HDL jd parameter
– Aktivitas enzim –> pengukuran kadar lipoprotein lipase
Factor risiko mayor penyebab hiperlipidemia :
– Umur (laki2 45, perempuan 55)
– Perokok
– Perempuan monopouse
– HDL rendah
– Hipertensi (> 140/90)
– Sejarah keluarga pasien CHD
Parameter kadar lipid :
– Kolesterol total –> > 40
– Trigliserida  gampang kena osteoposis
Karena –> ca itu diserap bersama dengan estrogen.
Aplikasi terapi obat dengan pemeriksaan lab :
1. Kolestamin –> kolesterol tinggi, LDL tinggi, HDL normal
2. Kolestipol –> kolesterol tinggi, LDL tinggi, HDL normal
3. Niasin –> trigilesrida tinggi, kolesterol tinggi, LDL tinggi, HDL rendah (karena niasin itu mneingkatkan HDL)
4. Golongan fibrat (simfibrat, bezofibrat, fenofibrat, gemfibrosil) –> trigilserida tinggi, kolesterol tinggi, VLDL tinggi, HDL rendah
5. Golongan statin (simvasattin, lovastatn, purasattin) –> kolesterol tinggi, LDL tinggi, HDL normal
Jadiii, sebelum dilakukan pengobatan harus diketahui dahulu data klinis pasien, baruuu deh nantinya dikais obat! –> gak bileh semabrangan ajah!

Advertisements

Read Full Post »

Keseimbangan cairan tubuh itu sangaat penting. Jika cairan tubuh tak seimbang akan terjadi gangguan fungsi!
Cairan tubuh ntu –> ektra seluler 40 % danintraseluler 60 % ( intestinal–>15 %, plasma –> 5 %)

Jenis-jenis terapi cairan di rumah sakit :
1. Resusitasi –> untuk mengganti cairan tubuh yang hilang yang diakibatkan kehilangan cairan tubuh (RL, RA, Kcl 0.9 %)
20 ml/bb –> pada 30-60 jam pertama
a. Kristaloid (RL, RA, etc)
b. Koloid (dextran)
Resusitasi pada pasien shock :
– 2-3 L dalam 10 mwnit pertama
– Tambah O2 juga gak papa
Resusitasi pada luka bakar :
– 24jam pertama 2-4 ml/kg BB selama 24 jam pertama setiap persentase luka bakar
– ½ dosis lagi pada 8 jam slenjutnya
– ½ dosis lagi pd 16 jam selanjutnya
– Sesuaikan dosis untuk menjaga urine 30-50ml/jam ditampung pd dewasa ditampung dlm urine bag
– Dosis diturunkan perlahan
2. Cairan rumatan  untuk menjaga keseimabangan cairan tubuh (Kaen A/KaEn B)
Dosis 80 ml/jam
Relaksasi membrane sel, untuk mempernaiki ph Intrasel, metablisme protein
Tujuan resusitasi utk terapi hipokalemia pada pasein :
-pasien diare
-Pasien yang mengalami gangguan kardiovaskular kabita diuretic tidak hemat kalium
-pasien untuk intoksisitas digitalis
3. Nutrisi yaitu : aminovel, aminofusi, amiparen

Ringer laktat –> laktat sering dimetaboisme di hati dalam bentuk bikarbonat shg menyebabkan asidosis, tapiii, ringer asetat gak
Glucose 5 % –> untk suplay energy, untuk hipernatremia dan hiperkalemia…
Nutrisi parentral :
–> Nutrisi yang sangsung diberikan melalui pena periver sentral
Osmolaritas cairan plasma 350 mili osmol
–> nutrisi makanan melalui vena perifer itu gak boleh lebih dari 900 miliosmol (jika lebih terjadi pembengkakan / trombopleotis

Jenis nutrisi parentral :
– Protein
– KH
– Vitamin
– Lipid
– Transelemen product

Read Full Post »

Dasar onkolog :
–> Untuk memplajari patofisilogi, penyebab, mendiskusian, dan memberikan guidelines, pencegahan, pengobatan
Goal –> untuk menentukan sejauh mana kangker itu dapat disembuhkan

Treatment dengan jalan :
– Chemoterapy
– Pembedahan/sugery
– Radiasi
– Biologic respone modifier

Penggolongan obat sitostatika :
– Alkylating agent :
—– cisplatin
—– sikofosfamid
– Anti metabolites
—- cystosine
—- florouracil
– Antibiotika
—- bleomycin
—-daunomiycine
– Mitotik inhibitors
—-vinkristine
—-vinblastine

Prinsip kombinasi pengobatan sitostatika :
– Menghindari terjadinya resistensi
– Menghindari percepatan remisi
– Untuk memberikan efek sinergis
– Mengindari ES yang overlap

Dasar pemberian obat sitostatika:
– Standar Hb  gak boleh Hb < 10
– Penyesuaian dosis  klirens kreatini..

Read Full Post »