Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘antibiotika ADR’

Adverse Effect Antibiotika

“Fatheeeeeeeeeeellll, presentasimu kaga bisa dibuka di laptop akuu….” Hehe, ini protesnya Sri. Yaa, secara Serii pake OS Macintosh jadi, beda doong. Hehe. Dan presentasiku itu juga dijelaskan secara per-oral. Nda aku sertakan dalam presentasi. “Fathel, jangan pake yang muncul2 gituuh dong. Kita kan nda tau di mana posisinya.” Kali ini giliran Rinda yang protes. Hee…Jadi, aku mohon maaf atas ketidaknyamanan temen-temen ngebaca presentasi aku yaah. Sebagai salah satu bentuk tanggungjawab dari aku, maka aku aplodkan pembahasan mengenai ADR antibiotika. Oh iyaaa, bagi yang pengin jurnalnya (aku melibatkan banyak jurnal dalam pembahasan kali ini) silakan call me atau dateng ajah ke kampus besok pas seminar hasilnya senior, jadi kita bisa saling share jurnal maisng-masing. Siippp??

 

ADR Antibiotika ini nda aku grouping berdasarkan antibiotikanya melainkan berdasarkan kelompok patologisnya. Jurnal yang memuat ini adalah Antibiotic Adverse Reaction and Drug Interactions, Granowitz et al,2008.

 

1. Anaphylaxis dan reaksi hipersensitif lainnya (kayak toksisitas di deramal)

–> merupakan ADR type-B (unpredictable). mekanismenya adalah obat berikatan dengan serum protein –> membentuk hapten –> dikenal oleh tubuh sebagai antigen –> menyebabkan diaktifkannya sel T dan rx cepat yang diinduksi oleh pengaktifan sel B –> sel B memproduksi IgE –> jika antigen berikatan dengan IgE –> mentriger pelepasan mediator inflamasi –> reaksi hipersensitifitas (anaphylaxis, rx d kulit dsb). Rx anaphylaxis terjadi karena adanya penekanan terhadap sal. pernafasan. Kalo ke kulit, disebabkan adanya angioedema, adanya vasodilatasi pembuluh darah dan peningkatan permeabilitas membran –> bengkak, panas, dan merah.

 

2. Gangguan elektrolit

–> disebabkan terutama oleh adanya antibiotika yang mengandung Na dalam kadar tertentu yang dapat mengganggu elektrolit bagi pasien yang memang mengalami gangguan fungsi jantung, atau yang hipernatremia. selain tu, juga trimetoprim itu strukturnya mirip dengan amiloride (diuretik hemat kalium) yang menyebabkan hiperkalemia –> bahaya bagi pasien dg gangguan jantung

 

3. Cardiotoksik

–> makrolida terutama dan floro quinolon dapat memicu adanya pemanjangan gelombang QT –> torsade de pointes. Hati-hati penggunaannya pada pasien dengan riwayat aritmia. Mekanismenya adalah karena disebabkan oleh metabolit dari makrolida itu akan memblokir kanal I kr (kanal K cepat/rapid) yang dapat memperpanjang gelombang QT.

 

4. Nefrotoksik

–> terutama oleh aminoglikosida disebabkan adanya stress oksidatif yang menyebabkan kematian sel. Jalurnya ada banyak sih. Ada di jurnalnya. Vancomisin mekanisme nefrotoksiknya masih belum jelas, kemungkinan karena adanya efek oksidatif pada sel tubulus ginjal

 

5. Hepatotoksik

–> terutama obat-obat TB. ¬†Isoniazid, metabolisme nya melalui asetilasi di mana metabolitnya menimbulkan toksik karena radikal bebasnya. Rifampicin mengganggu uptake bilirubinb akibat penghambatan pompa eksporter garam empedu. Tetra siklin dapat memicu perlemakan hati dengan berikatan dengan t-RNA –> menurunkan sintesis protein –> menurunkan formasi VLDL –> menurunkan transpor trigliserida ke luar hati –> perlemakan hati.

 

7. Diare

–> ada 2 teori

a. Karena antibiotika yang efeknya langsung menyebabkan diare. Neomisin –> menyebabkan perubahan histologi mukosa usus halus dan memperpendek vili-vili usus. eritromisin –> menginduksi kontraksi antral & mempercepat pengosongan lambung. ¬†amox-clavu –> menyebabkan abnormalitas pd motilitas sal cerna.

b. Tak langsung

– karena menurunnya bakteri pendegradasi oleh si Ab atau overgrowth bakteri patogen, terutama Clostridium difficile.

 

8. Antiniotika pada anak

Cloramphenikol –> menyebabkan penekanan sum-sum tulang secara irreversibel–> anemia aplastik

Cloramphenicol –> menyebabkan grey baby syndrome

tetrasiklin –> menyebabkan stain the teeth, gigi kuning pd anak karena adanya pembentukan chalat antara ion calsium dengan tetrasiklin

floroquinolon –> menyebabkan gangguan perkembangan karena adanya tendinopati dan atralgia karena dia menghambat sintesis DNA mitokondria pada kondrosit immature –> gangguan pembentukan tulang.

 

Interaksi Obat sudah dibahas secara lengkap di presentasi kan yaahh.. ^__^

jika ada sesuatu yang nda dipahami atau yang kurang lengkap, sila call me yaah temaaannnn…

Trima kasih… ^__^

 

 

*maaf, kali ini postingan ‘egois’, yang diperuntukan hnaya untuk kalangan terbatas. hehe…

 

Advertisements

Read Full Post »