Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘DDS’

Sistem Penghantaran Obat dan Pentargetan

Uhm… Pertama belajar DDS (Drug Delivery Sistem), aku cukup puyeng mengumpulkan materi-materinya dalam satu folder di otakku. Mungkin karena belom pernah belajar ini (pernah siiih, tapiii bukan DDS, melainkan materi yang sedikit berkaitan…hee). Selain itu, karena abis liburan, jadiii otakku mungkin juga belum dipanasin. (Ahaha, memangnya senam? Ada pemanasannya…). Jadilah aku harus merujuk DDS-nya Kewal K Jein duluuu. Tapiii, belom namatin kooo, tenang ajaaaah. Soalnya bahasa Inggris, jadii mesti mengernyitkan dahi dulu untuk membaca dan memahaminya. Hehe…

 

Sistem Penghantaran Obata tau Drug Delivery Sistem (disingkat DDS ajah yah?! Hehe) merupakan suatu cara gimana supaya si obat itu nyampe ke targetnya. Nyampe ke tempat yang sakit, sehingga jaringan dan sel yang rusak itu bisa diperbaiki. Soalnya, kalau dalam bentuk zat aktif saja, yaaa susaaaah dooong! Soalnya ada serangkaian proses panjang yang akan dilalui si obat hingga sampai ke targetnya. Deuuh, pokonya perjuangan obat itu untuk sampai ke targetnya itu berrrraaattt banget dan buanyaaaakkkk banget rintangannya. Nah lohh, obat sahaja udah begitu beratnya tetep berusaha untuk melewati rintangan itu demi tercapainya tujuannya. Bagaimana dengan kita yah? Masa mau kalah sama obat, coba?

 

Jadiii, DDS itu seperti regimen dose gituuuh. Sediaan seperti apakah yang bisa kita buat dan kita rancang untuk kondisi pasien, gituuuuh… Yaaah, mirip-mirip pemilihan bentuk sediaan dah. Naah, tetapii, apapun bentuk sediaannya, PASTi dibutuhkan kajian yang mendalam mengenai apa dan bagaimananya si obat itu sampai ke targetnya.

 

Sampai hari ini siiih, oral masih menjadi pilihan utama disebabkan obat oral merupakan sediaan paling stabil dan paling bisa diterima pasien.

Naah, semisal obat oral kaya tablet begitu, ada banyak hal yang mesti kita pertimbangkan dalam DDS nya. Kita juga mesti memahami farmakokinetika obat itu bagaimana. Karena obat oral itu pasti akan melintasi membrane. Kalo melintasi membrane, tentu kita juga mesti tau sifat si obat apakah hidrofilik atau lipofilik, karena membrane terdiri atas lapisan lipid bilayer. Kelarutan zat obat dalam lipid maupun air bagaimana. Jadi, koefisien partisi obat itu juga mesti dipahami dong? Ya mesti! Gimana caranya? Ituloh yang pake oktanol-air itu. Masi ingat tak? Kalau tidak, yaudah plajari lagi yaah. Kalau terlalu lipid, dikhawatirkan ndak bisa lewat dianya. Terperangkap di sana doang. Kalo terlalu air, dikhawatirkan bakalan ditolak sama si lipid secara membrannya adalah lipid bilayer kan yah? Jadii, harus seimbang, jangan terlalu air dan jangan terlalu lipid. (ehhh, ngomong-ngomong, ngerti kan maksudku tentang ‘terlalu lipid dan terlalu air’ kan yaah?? Maksudnya terlalu lipid itu terlalu non-polar dan terlalu air itu terlalu polar). Pokonya, ADME itu mesti kita pahami deh. Terutama ABSORBSI nya bagaimana, tho…

 

Obat itu melintasi membrane dalam bentuk MOLEKULAR bukan PARTIKULAR. Untuk sampai di pembuluh darah, HARUS melewati membrane dong!  Jadiii, peristiwa TRANSMEMBRAN ini adalah hal yang penting dalam DDS.

 

Transmembran itu ada 2 progres :

Pertama, Transelular. Zat itu lewat via sel-selnya. Bisa pake diffuse pasif, diffuse aktif, membrane yang difasilitasi dan lain sebagainya. Udah pada belajar kaaan, yang ini? Kalo belum belajar, yaudah belajar sana gih! Hee

Kedua, Paraselular. Ini caranya adalah melalui celah antar sel. Yang namanya celah, so pasti kecil lah yaah. Jadiiii, kebanyakan yang bisa lewat sini ya Cuma ion-ion dan molekul yang ukurannya kecil doang.

 

Hanya saja, sekarang ini sedang dikembangkan obat-obat terutama yang targeted therapy untuk via paraselular. Obat targeted itu kan umumnya molekul besssuaaarr yang berbasis bioteknologi dari protein atau peptide. Kalo via membrane ka nada enzim-enzim untuk menghancurkan atau merusak kan yah. Jadi, memang diusahakan via celah itu tadi.

 

Oh iyaa, jangan lupakan satu hal! Bahwasanya obat-obat yang peroral, harus dipertimbangkan juga first fast effect nya, yang menyebabkan obat berkurang khasiatnya. Juga tentang R-gp (R-glikoprtein) yang diduga berperan penting dalam kasus MDR (Multi Drug Resisten). Perannya si R-gp ini adalah refluks pump, yang mengeluarkan kembali obat-obat yang sudah masuk ke membrane. Huuuh, jahat yah dia!

 

Selanjutnya sublingual, rectal, inhalasi, iv,im, dan seterusnya, dibahas belakangan ajah yaah. Si Kewal K Jein sudah membantu merangkumkan dalam satu table ko. Jadii, silahkan rujuk ke table beliau ajah. Kalo nda punya bukunya, nanti aku kasi deeh. SMS atau kirim email ke aku saja, insya Allah aku kirimin bukunya. Hehehe…

 

TARGETING

Inti dari targeting ini adalah obat diharapkan sampai HANYA ke targetnya saja. Ketempat dia mengalami sakit atau kerusakan saja. Terobosan yang sudah ada itu seperti obat-obat yang diharapkan pecah di lambung, di usus bahkan di kolon! Yang lebih muakhir adalah targeting kaya produk-produk bioteknologi gituh yang diharapkan tidak terdistribusi di seluruh tubuh melainkan hanya pada tempat yang ditargetkan saja.

Hemmm, sebenarnya setiap penyakit punya reseptornya masing-masing yang akan dikenali oleh si obat. Akan tetapi obat terdistribusi secara menyeluruh dalam tubuh dan si reseptor sakit tidak hanya terletak pada tempat yang sakit melainkan juga terletak pada tempat-tempat lain. Hal inilah yang kemudian menimbulkan efek samping! Kalo masi taraf ndak bahaya, ESO (efek samping obat) bisa diabaikan. Tapiii, bagaimana kalau serius ESO nya?? Makanya, targeted ini diharapkan ndak menyebabkan efek samping bagi yang lainnya. Gituuuh…

 

DESIGN OF TARGETED DRUG DELIVERY SISTEM

 

Naah, desain targeting DDS ini dibahas secara garis besar dulu yaah. Insya Allah akan kita lanjutkan kisahnya di sesi berikutnya. Soalnya ndak bisa singkat doong penjelasannya, jadi pertemuan kita dicukupkan segini dulu.

 

Secara umum, dalam mendesian targeting DDS, hal yang HARUS kita perhatikan adalah:

  1. Determinasi dimana target tersebut.
  2. Plajari ikatannya bagaimana
  3. Pilih “kendaraan” si obat untuk sampai ditujuannya!

 

Siiip, insya Allah dilanjutkan dipertemuan selanjutnya. Cekidot nanti yaahh…

Advertisements

Read Full Post »