Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘ROTD’

Hmm…Belajar ADR (Adverse Drug Reaction) atau Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) sesungguhnya sangat menarik. Dengannya, kita bisa tau tentang reaksi-reaksi obat yang mungkin saja terjadi, meskipun ROTD ini tidak terjadi pada semua orang. Nah… hayuuu, cekidot, tentang ROTD. Masi secara glbal dulu yah? Siipp??! 🙂

Sebelum lebih jauh melangkah, mari kita review kembali, sebenarnya peranan apoteker itu papa siihhh?

Pernan apoteker itu adalah mendeteksi, mencegah dan menyelesaikan MASALAH TERKAIT OBAT. Naaahhh, ini niih peran apoteker yang sesungguhnyaa (ngomong-ngomong di dunia nyata kefarmasian, udah jalan belum yak? Heuu….mungkin masi sebagian kecil yang jalan…). Terkait obat ini maksudnya menjamin obat yang diberikan itu terjamin mutunya dan tepat penggunaannya. Masalah terkaid obat atau DRP (Drug related problem) ini bisa saja aktual (yang sudah terjadi) dan potensial (yang berpotensi terjadi).

Klasifikasi DRP (Drug related problem) itu apa saja?

sebenarnya sih buanyak orang mengklasifikasikannya ke berbagai kelompok. Tapi, intinya sih sama ajah. Hee…

kita pake klasifikasi menurut Cipole et al ajah yaah.

Cipole et al mengklasifikasikan DRP menjadi :

1. Indikasi

–> terapi obat tidak diperlukan

–> obat tidak diberikan

–> obat yang diberikan tidak sesuai

2. Efektifitas

–> terapi obat tidak efektif

–> dosis obat terlalu kecil

3. Safety

–> Reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) atau ADRs

–> dosis terlalu tinggi

4. Ketersediaan

–> menyangkut kepatuhan. Tapii, kepatuhan bukan hanya salahnya si pasien. Bisajadi nakesnya yang salah menyampaikan infrmasi, atau salah-salah lainnya yang menyebabkan pasien tidak menggunakan obatnya. Bisa juga masalah biaya. de es be..

Naahhhh yang akan kita bahas itu, adalah bagian dari DRP yaitu yang cetak tebal, dimiringkan lagi! (lengkap sudah dah! hehe).

Adverse Drug Reaction (ADR)/Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD)

ROTD atau ADR sering disalah artikan oleh masyarakat awam (bahkan oleh farmasis sendiri) sebagai EFEK SAMPING OBAT.

Yang dimaksud dengan Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) itu adalah respon terapi yang mengganggu/yang tidak diinginkan yang terjadi pada dosis terapi. sedangkan efek samping obat  adalah efek yang tidak diinginkan dari suatu obat pada dosis terapi yang terkait dengan farmakologi obat.

Pharmacovigilance yaitu suatu metode yang digunakan untuk menentukan efek merugikan atau risiko dari suatu obat pada suatu populasi atau suatu populasi yang spesifik.

Medication error merupakan kegagalan terapi yang terkait pada prosesnya. sebenarnya bisa kita cegah. Medication error ini dapat terjadi pada dokter, perawat, pharmasis maupun pasiennya.

 

Mengapa ROTD muncul?

Ssebelum tahun 1960-an, ROTD tidak begitu jadi perhatian. Namu, sejak kasus Talidomid (yg menyejarah itu), dunia menjadi tersentak. Dan, dimulailah perhatian terhadap efek-efek merugikan terkait obat-obatan. Sejak itu, mulailah digencarkan farmakovigilance, terutama pada studi post-marketing surveillance. Jadii, kita harus berhati-hati sebab TIDAK SEMUA OBAT ITU AMAN! Apalagi,ROTD tidak muncul pada semua orang…

 

KLasifikasi ROTD

ROTD dapat diklasifikasikan menjadi :

1. Tipe A : ROTD terkait farmakologis nya

–> umum terjadi (angka kejadiannya tinggi)

–> angka morbiditasnya tinggi

–> angka mortalitasnya rendah

–> bergantung pada dosis yang diberikan

2. Tipe B : ROTD yang tidak terkait dengan farmakologi (tidak dapat diprediksi secara farmakologi)

–> insidennya rendah

–> morbiditasnya rendah

–> mortilitasnya tinggi

 

Ada juga yang mengklasifikasikan menjadi tipe C, D, E, dan F

Insya Allah kita bahas lagi di sesi selanjutnya 🙂

Read Full Post »