Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘terapi gen’

Yaa, marilah kita bahas tentang Farmakologi Molekular yang sebelumnya sudah dihantarkan ( kan udah ada pengantarnya tuuhh, hehe :P). Sebenarnya ada satu topik lagi yang semestinya kita bahas sebelum terapi gen. Topik itu yaituuuu…RECEPTOR! Tapi, biarlah dulu, resepotor belakangan ajah. Aku masih mau mendalami si reseptor ini, jadiiii entar dulu yaah. Sekarang kita belajar dulu tentang Terapi Gen!

 

Terapi gen sendiri sebenarnya salah satu pengobaatan yang cukup mutaakhir. Yaitu, proses transfer gen pada penyakit yang sifatnya herediter mapun non herediter dengan suatu sistem penghantaran tertentu, dengan strategi baru dan dengan teknologi penghantaran DNA  untuk dapat menggantikan/merepair gen-gen penyandi protein tertentu yang cacat. Ya, gen-gen  tertentu kan menyandikan protein-protein terapeutik pada berbagai tipe sel manusia. Nah, ini niih yang mau dicoba dicapai oleh terapi gen. Ya, tarafnya adalah molekular! Terapi gen ini, seperti yang udah dibilang diatas, merupakan sistem baru penghantaran obat!

 

Keuntungan Terapi gen :

1. Dapat mengganti gen yang cacat, yang menyebabkan penyakit tertentu.

2. Untuk protein yang hal-life nya pendek, ndak perlu dikasi secara berulang. Kan udah diproduksi secara berkesinambungan.

3. Dapat lebih difokuskan, spesifik pada jaringan yang rusak saja, tanpa harus ke sel-sel sehat sehingga lebih efektif dan toksisitasnya lebih rendah.

4. Jika dihitung secara keseluruhan, lebih rendah biaya yang dibutuhkan dan lebih besar kemungkinan untuk berhasil.

Dasar Molekular terapi gen –> penghantaran gen (DNA eksogenous) menuju targetnya haruslah menggunakan wahana yang tepat. Ini sangat penting! Nah, ketika wahananya sudah masuk ke dalam sel, akan terjadi perubahan genotipe, yang kemudian juga menyebabkan perubahan fenotip.

 

Prosesnya adalah :

Diidentifikasi dulu penyakitnya, gen yang cacat, lalu dilakukan kloning gen. Diperbaiki cacatnya, dibuat perangkat regulasinya cDNA (bukan hanya gen yang akan ditranskripsi) tapi juga perangkat-perangkat lain seperti promotornya, bahkan juga intronnya. Dan dipilih penghantaran yang tepat sehingga si cDNA yang dibuat itu tidak didegredasi oleh enzim-enzim tubuh (ssoal penghantarannya, nanti dibahas lebih lanjut, ini baru gambaran umum). Nah, kalo udah okee, dimasukan(dinfeksikan) ke jaringan yang cacat gennya. Lalu, setelah dia nyisip ke perangkat gen manusia, diharapkan nantinya akan di transkripsikan menjadi mRNA dan di translasikan, sehingga dihasilkan protein yang sehat yang tak lagi cacat.

Selanjutnya, protein tersebut akan :

>> pada intrasellular contohnya ADA (adenosin deaminasi) menggantikan enzim yang bermutasi yang menyebabkan SCID (severe combined immuno deficiency).

>> pada taraf membran sel, contohnya CFTR yang cacat(mutan pada kanal), dapat menyebabkan CF (cystic fibrosis), dapat diperbaiki dan digantikan oleh protein membran yang sehat.

>>mengintroduksi protein sekresi seperti interleukin-2 pada antikanker.

(Mekanisme terapi gen untuk gen yang cacat tentulah berbeda dengan terapi gen untuk oncogeny atau sel-sel kanker. Jadiii, nanti kita bahas lebih lanjut insya Allah).

 

Para meter keberhasilan terapi gen dapat dilihat dari : DNA nya, proteinnya dan tentu saja yang terpenting, berfungsi atau tidakkah ia dalam sel target?

 

Hadeuuu, mataku sudah 5 watt rasanya. Insya Allah nanti aku lanjutkan lagi yaahhh… ^__^

 

Advertisements

Read Full Post »